Being Productive is a Must!

Hari-hari saya di kantor lagi lucu-lucunya. Maksudnya, kerjaan lagi banyak karena lagi prepare show untuk lebaran nanti. Deadline mulai terasa dan nggak ada lagi leha-leha ngurusin perintilan. Semua harus dikerjakan dengan cepat karena waktu nggak bisa di-pause. Jalan terus.

noteskecil

Seperti biasanya, saya bikin to-do-list di buku catatan berwarna cherry pink bermotif polkadot, tentang apa-apa aja yang harus saya lakukan hari itu. Udah tuh saya mulai mengerjakannya satu persatu, dengan semangat tentunya. sampai suatu saat, produser saya untuk show yang lagi saya garap, menghampiri dan membuka notes tersebut. Dia bilang, “Kasian ya kamu..”

He? Saya bengong, kasian apa ya maksudnya? Apa dia pikir dengan saya menulis to-do-list kerjaan saya kelihatan banyak? Atau dia kasian karena saya pelupa jadi harus ditulis segala?

Saya nggak nanya jelas apa yang dia maksud. Asumsi saya sih dia kasian karena kerjaan saya banyak. Waktu itu list-nya kalo nggak salah sampe 8 poin. Padahal emang itu yang harus saya kerjakan, kenapa dia merasa kasihan ya? Heran.

Soal to-do-list, saya memang selalu menuliskan list pekerjaan saya, kalau nggak ya lupa dan malah mengerjakan hal-hal yang kurang penting. Hal ini erat hubungannya dengan being productive. Being satisfy.

Menurut saya, produktif itu harus. Nggak bisa nggak. Dalam 8 jam kerja, kita dibayar untuk mengerjakan pekerjaan sesuai job desc. Apalagi kalau dekat deadline, semua kerjaan rasanya harus selesai hari itu juga.  Kalau waktunya masih banyak sih boleh dipending di keesokan harinya. Kalau emang ternyata harus dipending, ya nggak apa-apa. Jangan jadi bete. Jangan nge-judge diri nggak produktif juga. Jangan nge-Path: “Hari ini nilainya 6,5” (karena ngerasa diri nggak produktif, hehe). Toh kita bukan mesin. Dan saya juga jadi inget quotes yang bilang:

“Life is what happens to you, while you busy making other plans”

Nah kan! Hidup itu adalah yang terjadi ketika kita sibuk bikin rencana a,b,c. Jadi, kalau mau bikin list ya silakan tapi harus fleksibel juga soal waktu. Lapang dada jika ada yang nggak bisa terlaksana dan bersyukur jika banyak yang sudah terlaksana. Hehe.. Ini semacam note to self aja sih. Karena saya sering bete jika ada satu hal yang gagal saya kerjakan hari itu. What I can say is: Beri rapor baik jika memang harimu baik dan evaluasi diri biar keesokan harinya bisa lebih baik lagi. Bukan begitu teman-teman? Hehe. Oke, selamat menjalani hari!

Cheers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s